Selasa, 29 November 2016

Sajak - Sajak Enggan Beranjak

yang ku banggakan dari bapak ku...
bukan karena mampunya menyekolahkan ku...
bukan karena mampunya menafkahi ku...
yang ku banggakan karena darahnya mengalir dinadi ku....

yang dibanggakan dari aku tak ada...
bukan karena kepintaran ku mengada - ada...
bukan karena keberhasilanku yang nyata...
yang dibanggakan dari aku tak perlu ada...

sajak anak durhaka

***

Raden Ajeng Kukuh Wijayanti
Gelagatnya yang selalu dinanti
Diantara rimbun daun bergesekan belati
Diantara silangan jejer jemari
Hentakan suara dada lirih berjanji

Berganti
Menari
Hingga pagi

Menjulang cahaya mentari
Bulan berganti
Udara Bernyanyi

Laut terombang-ambing kian kemari
buluh-buluh perindu menjejali
Kerongkongan tersedak sambil berlari
perempuan tangguh dari pelosok negeri

Gaungnya sebagai resep pengganti
Dari tabib-tabib yang mengobati
Aromanya menggerayangi
Tatapan matanya kosong melampaui

Menikam sunyi
Menyulam sepi
Kukuh jiwa Wijayanti
Perempuan anggun teguh dan meneguhkan jiwa para lelaki

#Dekorasikata #CenayangPatah

***


Share:

1 komentar:

Google+ Badge

Diberdayakan oleh Blogger.