09.29 Add Comment

 Surat Ketjil untuk Naya

Tidak ada di antara cinta yang di sengaja, kecuali untuk coba-coba dan untuk menyenangkan hati yang di cintai. di luar itu ketidak-sengajaan menjadi lirik instrumen lagu yang dilantunkan.

banyak cinta yang menipu ; diri sendiri, orang lain

tanpa sadar atau dengan kesadaran penuh, namun ketidak-sengajaan tetap jadi orkestra yang paling dering diantara yang lainnya.

ketidak-sengajaan melahirkan berbagai kekecewaan, sebagai sumbu yang nantinya memercik untuk di hindari. sehingga dengan sengaja kita akan melalui jalan menuju cinta yang dimaksudkan.

sekena dari itu semua, cinta adalah keseimbangan yang akan menuntun kehidupan menjadi imbang.

cinta nantinya menjadi drama paling kolosal dalam hidup kita nak, meskipun sudah dikalamkan, "tuhan maha membolak-balikan hati"

tak di pungkiri, dunia dengan segala cerita lalu-lalangnya. mendesak kita juga ingin menjadi bagian dari cerita itu. 

namun buatlah cerita terbaik dari versimu, nak. berbeda tidak apa-apa, namun tetap dalam algoritma nila-nilai sosial dan budaya serta dalam bingkai Agama. hidup berjalan sesuai prinsip itu mengasyikan. ketika kita sama dan ingin berbeda, waloppun ada juga yang berbeda dan ingin sama. 

surat ketjil ini ku tulis untuk Naya, cinta ayah yang abadi kepada putrinya. 





Musim Hujan, Musim Kenangan

15.34 Add Comment
Musim Hujan, Musim Kenangan

Sesaat sebeum hujan, biasanya langit berubah menjadi kelabu dan udara menjadi lebih pengap dan panas. terkadang gemuruh saling bersautan di tambah deru hembusan angin yang entah dari mana datangnya seolah memprovokasi keadaan.

lalu, gemericik air langit tumpah ke tanah. semerbak aromanya kian merayu hidung. surga bagi pluviophile. 

selanjutnya, deras rintiknya menjelma kenangan dalam benak kita, berputar seolah film tentang masa lalu kita sedang di tampilkan. lantas dari mana kenangan yang bertubi-tubi ini muncul ? barang kali, ada dari kita yang tengah berusaha melupakan atau bahkan sudah tidak ingat namun tiba-tiba terbayang dalam derai rintik hujan yang kian menghujam, hingga tak sadar air mata bersimbah di pelipis menghujani pipi masing-masing.

tapi sebenarnya, dari mana datangnya kenangan ini ? 

sebetulnya, kenangan ini bagian dari memori. memori segala hal yang berkaitan dengan ingatan, ingatan secara langsung maupun ingatan yang telah di olah menjadi informasi baru dan di simpan menjadi kenangan meskipun kenangan palsu. 

bagian otak yang berurusan dengan memori ini disebut HIPOKAMPUS. 

 

sumber : Google Images

nah, sebetulnya memori di bagi menjadi dua, jangka panjang dan jangka pendek. sekilas celotehan di atas merupakan memori jangka panjang. kedua jenis ini di simpan di bagian otak yang di sebut lobus frontalis

nah terkadang ketika kenangan itu berputar seolah adegan film yang di siarkan di layar tancap, kadang perasan yang sebelumnya netral tiba-tiba berubah menjadi senang, sedih, hingga mendramatisir kita untuk seolah-olah menjadi seseorang yg paling senang dan paling sedih. prose ikut campurnya perasaan ini berurusan dengan AMIGDALA

keren kan otak kita ?, ada yang ingin senang dengan cara memenuhi kebutuhannya, mengeluarkan duit banyak untuk memperoleh kesenangan.. namun setelahnya merasa kesusahan hingga seolah-olah tidak pernah ada hari bahagia di kalendernya. ada pula yang tidak perlu merogoh saku hanya untuk merasa senang dan bahagia. apa kamu termasuk ?

Esensi di balik Ego Bersosmed

09.48 Add Comment
Esensi di balik Ego Bersosmed

Sosial tentu tidak lepas dari aku, kamu, kita, kami dan mereka artinya satu komunitas yang merujuk pada sekelompok individu atau manusia dengan motif atau tujuan yang sama untuk bersama-sama. sebab tidak mungkin seseorang bergabung dengan orang lain membentuk satu komunitas yang tidak se-visi atau se-frequensi istilah gen Z.

Sosial terbentuk dari pembenaran untuk ego individu. sebab tidak jarang diantara individu mengalami perbedaan rasa, pemikiran dan jalan hidup, tuh. sehingga mereka perlu berkumpul untuk membenarkan apa yang mereka fikirkan dan rasakan diluar benar atau salah. 

Hubungan masyarakat sudah di tentukan dengan siapa dan bagaimana mereka menjalani hidup. buktinya kita bertemu dan berkumpul dengan orang-orang di sekitar kita ini bukan suatu kebetulan. karena kita sudah membentuknya sejak zaman dahulu.

Ada istilah yang berkembang di masyarakat, kita membangun sosial dengan orang yang mau menerima kita. dan meninggalkan orang yang tidak mau menerima kita. artinya ada proses diskualifikasi dalam berhubungan dengan orang lain.

Pun sama dengan ketika kita bersosial media. walaupun ada perasaan dengan niat menshare apapun ke laman sosmed untuk menyimpan kenangan dengan argumen "dibuang sayang", "titip sementara" bahkan hingga ada ciutan, "jika tidak suka, jangan di lihat", atau "silahkan unfoll saja". ini bentuk statement untuk mendiskualifikasi jejaring dalam bersosial.

pada psikologi sosial, adapun teori yang melekat terkait hal ini. salah satunya teori genetik, Teori genetik sendiri mengacu kepada teori pewarisan sifat yang sudah di bawa dan melekat sejak lahir. secara umum, manusia memiliki kemampuan menurunkan sifat-sifat kepada keturunannya. karena kemampuannya itulah setiap manusia memiliki sifat yang berbeda.

Pewarisan sifat ini dikemukakan pertama kali oleh ahli Gregor Johann Mendel (1858-1866) yang di kenal sebagai bapak Genetika. kemudian, salah duanya Teori Kognitif Sosial (Sosial Cognitive Theory) merupakan penanaman baru dari teori Belajar Sosial (Social Learning Theory) yang di kembangkan Albert Bandura. Ide pokok dari pemikiran Bandura merupakan pengembangan dari Ide Miller dan Dollard tentang belajar meniru.

Tentu meniru adalah hal dasar yang dilakukan secara sadar oleh tiap orang. dan hal ini sudah melekat sejak dahulu sehingga seringkali meniru dilakukan dengan cara tidak sadar. itulah mengapa sering kali kita menemukan pola-pola yang sama serta memberikan kesepakatan terhadap statement-statement yang kita anggap sesuai. (rm)

Refrensi : 

Sarwono Sarlito Wirawan. (2017). Teori-teori psikologi sosial. Jakarta. RajaGrafindo Persada.



Perkembangan singkat Aksara Kawi

14.43 Add Comment
Perkembangan singkat Aksara Kawi
dokumen beraksara kawi via merajutindonesia.id

Aksara merupakan sebuah sistem penulisan suatu bahasa dengan menggunakan simbol atau keseluruhan sistem tulisan, misalnya aksara latin, aksara arab, aksara sunda, dan lain-lain. 

terkait dengan keberaksaraan, setiap tanggal 8 September ditetapkan sebagai Hari Aksara internasional (HAI). HAI seringkali disebut hari literasi internasional dan hari melek huruf internasional. penerapan Hari ini diinisiasi oleh UNESCO.

Aksara tertua yang berkembang di Nusantara turunan dari aksara Brahmi di India kemudian berkembang menjadi aksara Pallawa di Asia tenggara dan Asia Selatan antara abad ke-6 hingga abad 8. kemudian berkembang lagi menjadi Aksara Kawi yang di klaim digunakan sepanjang periode Hindu - Buddha Indonesia pada abad ke-8 hingga 15.

Aksara kawi umum ditemukan dalam bentuk prasasti batu dan lempeng logam. tulisan kawi ditulis menggunakan media lontar, yakni daun palem tal yang disebut juga palem siwalan. Lembar lontar memiliki bentuk persegi panjang dengan lebar sekitar 2,8 hingga 4 cm dan panjang yang bervariasi antara 20 hingga 80 cm. Tiap lembar lontar hanya dapat memuat beberapa baris tulisan, umumnya sekitar empat baris, yang digurat dalam posisi horizontal dengan pisau kecil kemudian dihitamkan dengan jelaga untuk meningkatkan keterbacaan. Media ini memiliki rekam jejak penggunaan yang panjang di seantero Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Diskusi Publik "Geliat Teater Kampus"

15.33 Add Comment
Geliat Teater Kampus | dok. pribadi

"Sebelum masuk ke pembahasan pemerintahan, saya ingin bertanya kepada teman-teman teater kampus", ujar bang opik selaku pemandu jalannya diskusi ketika membuka obrolan di tengah keramaian yang baru saja dimulai. 

Cukup ramai malam itu, malam minggu 9 april 2022 di Cafe Bawah pohon. dihadiri oleh beberapa kelompok teater kampus mulai dari Teater Putih Unram, Sasentra (Muhammadiyah Mataram), Sendratasik (UNU NTB) tunggu, "Sendratasik bukan termasuk teater kampus ?" tanya saya dalam benak. soalnya sendratasik merupakan fakultas yang khusus belajar seni drama, tari dan musik. konsep ini mirip seperti kampus teater. mungkin pandangan saya, diskusi ini akan menghadirkan problematika yang mampu di berikan solusi oleh temen-temen sendratasik. 

Kemudian dihadiri juga oleh warung seni Unram, komunitas teater independen seperti Sfnlabs, overact, dan sebagainya. bahkan mulai dari pemerhati sampai penggiat. dan saya sebagai random yang mengaku penikmat pun hadir malam itu.

"Permisi bang, boleh gabung ?" tanya seorang mahasiswa UNU NTB. "oh boleh", saya jawab dengan singkat.

"Abang dari mana ? masih kuliah atau sudah kerja ?" tanyanya lagi dengan ramah

"Saya dari Random", jawab saya hampir kalang kabut. sebab saya baru ingat, saya hadir di tengah kerumunan anak teater. saya mau bilang dari teater tereng STM, sudah lama sekali saya tidak ikut kegiatan temen-temen. saya mau bilang teater Bellbaba, sudah lama pula saya terusir dari kampus yang otomatis saya terusir juga secara kelembagaan dengan komunitas teater saya di malang.

Setelah teman-teman menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh bang Opi selaku pemandu, giliran om Majas Pribadi yang dilempari pertanyaan sekaligus mic. om pri mulai dengan bercerita tentang kesejarahan teater kampus sejak jaman suharto. jadi tak jarang saya mendengar nama pak Soeharto disebut-sebut di diskusi itu. bahkan jauh sebelum itu jaman PKI membentuk Lekra. 

geliat teater kampus | Dok. Pribadi

Di Era pak Soeharto tentu teater sangat ditakuti dan disoroti oleh pemerintahan. sebab dari teater aspirasi dan kritik pemerintah begitu terasa. bahkan demonstrasi 98 pelengseran orde lama di inisiasi oleh sebuah pertunjukan teater. 

Kemudian, mas azka kalau tidak salah narasumber yang hadir juga menemani om pri. mulai mempertanyakan tentang geliat teater kampus dari sudut pandang orang-orang yang besar melalui proses teater kampus khususnya untuk wilayah NTB. kemudian mbak Dila dosen di UNU NTB menyinggung kiprah Max Arifin yang kemudian Gilang Ramadhan ikut menyinggung pula kiprah Adi Prana Jaya selaku orang besar sekaligus pendiri Teater Putih.

Selanjutnya ada kang jabo juga yang mencoba memberikan pandangan terkait kemana ranah diskusi ini harus mengarah. hingga tambahan dari beberapa pegiat Teater mempertanyakan tentang batasan yang membatasi ruang ekspresi teman-teman kampus untuk berteater.

Saya cukup tertarik dengan bahasan diskusi malam itu, sebab seolah saya di tarik kembali ke masa-masa teater adalah jalan hidup menemukan jati diri bagi saya. saya tertarik dengan ungkapan om pri yang mengatakan, "teater kampus mau merespon harga minyak goreng kayak gimana ? teater kampus harus mampu menjawab isu-isu masyarakat".

Bagi saya, teater adalah alat. dan teater kampus adalah wadah. bagaimana bisa alat di gunakan dengan baik apabila orang-orang yang terlibat dalam wadah tidak memahami fungsinya. problematika temen-temen teater kampus saya rasa lebih kepada beban fikiran dan tanggung jawab yang kurang jelas dari generasi sebelumnya. kurang pemetaan tugas dan fungsi yang secara luwes yang menjelaskan dirinya. 

Selain itu, karena teater di mataram tumbuh dalam iklim kompetisi, sehingga mempengaruhi ruang gerak mereka sebatas perhelatan dunia lomba-lomba saja. mungkin ada forum komunikasi tapi komunikasi yang dilakukan mungkin belum mampu menjawab pertanyaan sehingga menimbulkan pertanyaan lain pada malam itu.

Sebetulnya ada banyak cara untuk menggeliatkan teater kampus bahkan menggerakan teater se kota mataram bahkan se NTB. hanya saja kalau sudah menggeliat kita mau apa ?. bagi saya, pelaku teater memiliki tugas mulia dimana mereka adalah sosok penyampai berita. bukan pewarta. posisinya lebih tinggi dari itu sebab tanggung jawabnya lebih serius dari pada seorang jurnalis.

Akan sangat sia-sia, saya rasa apabila seorang pelaku teater tidak mampu mengusik terlebih mengubah suatu wilayah dengan informasi-informasi yang di sampaikannya melalu seni pertunjukannya.

Untuk itu, perlu lah di bangun event seperti Temu Teman Teater Nasional dengan ranah lokal. karena kalau kita bergerak sendiri-sendiri tidak akan cukup mampu merubah perubahan besar. - rm