Senin, 21 November 2016

Review Keaktoran Stanislavsky

Stanislavski dilahirkan dengan nama Konstantin Sergeievich Alexeyev di Moskwa dalam sebuah keluarga kaya. Pertama kali ia tampil dalam seni peran pada usia 7 tahun. Ia mengambil nama panggung Stanislavski pada awal kariernya (kemungkinan untuk menjaga reputasi keluarganya.) Dalam beberapa terjemahan, namanya ditulis "Konstantin Stanislavski".

you can catch them on disini

Beberapa prinsip pelatihan aktor dengan metode Stanislavsky, yaitu :
(1)        Aktor harus memiliki fisik prima, fleksibel, dan vokal yang terlatih dengan baik agar mampu memainkan berbagai peran.
(2)        Aktor harus mampu melakukan observasi kehidupan sehingga ia mampu menghidupkan akting, memperkaya gestur, serta mencipta vokal yang tidak artifisial. Observasi diperlukan agar aktor mampu membangun perannya.

(3)        Aktor harus menguasai kekuatan posisinya untuk menghadirkan imajinasinya. Imajinasi diperlukan agar aktor mampu membayangkan dirinya dengan karakter dan situasi yang diperankannya. Kemampuan berimajinasi adalah kemampuannya untuk mengingat kembali pengalaman masa lalunya yang dapat digunakan untuk mengisi emosi yang dimiliki oleh tokoh.


(4)        Aktor harus mengetahui dan memahami tentang naskah lakon. Penokohan, tema, jalinan cerita dramatik, dan motivasi tokoh harus dikembangkan aktor dan dijalin dalam suatu keutuhan karakter.

(5)        Aktor harus berkonsentrasi pada imaji, suasana dan kekuatan panggung.


(6)        Aktor harus bersedia bekerja secara terus-menerus dan serius mendalami pelatihan dan kesempurnaan diri dan penampilan perannya (Yudiaryani, 2002 : 243-244).


Dalam, sudut pandang saya yang menempatkan posisi aktor adalah manusia dengan hakekat manusia sebagai mahluk hidup dimuka bumi.  so, metode stanislavsky sangat cocok dan berkaitan dengan pepatah "dimana tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat puola" kalau gak salah begitu kalimatnya. atau "bertemanlah dengan penjual parfum, maka kamu akan kecipratan aromanya" proses mengalami dan merasakan. meskipun terkadang, apa yang dialami berbeda dengan apa-yang dirasakan setiap orang.

adapun, Rumusan sasaran-sasaran yang tepat menurut stanislavsky adalah:

(1)        Sasaran itu harus berada di sisi aktor di belakang lampu kaki. Sasaran itu harus terarah pada aktor-aktor kawan aktor bermain dan bukan pada penonton.

(2)   Sasaran-sasaran itu harus merupakan sasaran pribadi, tapi analog dengan watak yang aktor gambarkan.

(3)       Sasaran itu harus kreatif dan artistik, karena fungsinya adalah untuk memenuhi tujuan utama seni aktor, yaitu menciptakan kehidupan sukma manusia dan kemudian menyampaikannya dalam bentuk artistik.

(4)  Sasaran itu harus benar, sehingga aktor dan penonton bisa mempercayainya

(5)    Sifatnya harus begitu rupa, sehingga ia menarik dan menghiraukan aktor.

(6)        Ia harus jelas dan tipikal untuk peranan yang aktor mainkan. Dia tidak bisa membiarkan kekaburan-kekaburan. Ia harus terjalin dengan jelas dalam tenunan peranan aktor.

(7)        Ia harus mempunyai nilai dan isi yang dapat berhubungan dengan sosok dalam peranan aktor. Ia tidak boleh dangkal dan bersifat kulit saja.

(8)        Sasaran itu harus aktif hingga peranan aktor didorong maju dan tidak membiarkan dia macet (Stanislavsky, 1980 : 129).

kurang lebih, sedikit review yang ane copas dari blog sini. dan, sedikit ane tambahin beberapa pandangan ane.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Google+ Badge

Diberdayakan oleh Blogger.